Ini adalah salah satu kegiatan rutin Komunitas Gemar Literasi (Gelis) Bandar Lampung — digagas antara lain oleh Melisa, Aulia, dan beberapa anggota lainnya. Konsepnya sederhana: buku-buku diadakan di tempat umum, siapa saja boleh duduk dan membaca, tanpa dipungut biaya sepeser pun.
"Gelar buku" ini sengaja dipilih sebagai istilah, bukan "jualan buku" atau "bazar buku". Bedanya jelas kalau dilihat langsung: orang-orang yang datang bukan menawar harga, tapi memilih judul, duduk bersila di tikar, lalu benar-benar membaca. Ada yang datang sendiri, ada yang bawa pasangan, ada juga yang membawa anak kecil ikut duduk melipir sambil menyimak buku bergambar.
Yang menarik, kegiatan ini tidak berlangsung di dalam ruangan tertutup seperti perpustakaan pada umumnya, melainkan di ruang terbuka kampus — antara lalu-lalang orang berolahraga, motor yang diparkir, dan pohon-pohon rindang. Siapapun yang kebetulan lewat bisa langsung berhenti, duduk, dan ikut membaca tanpa harus menjadi anggota komunitas dulu.
Buku yang digelar pun beragam, bukan hanya satu genre. Ada fiksi populer, ada juga bacaan yang lebih personal atau reflektif. Keberagaman ini sepertinya disengaja — agar siapa pun yang datang, apa pun minat bacaannya, tetap menemukan sesuatu yang cocok untuk dibaca hari itu.
Kegiatan seperti ini mungkin terdengar kecil jika dibandingkan festival buku besar atau pameran nasional. Tapi justru di situ letaknya yang lain. Tidak ada target penjualan, tidak ada panitia berseragam, tidak ada tiket masuk. Yang ada hanya tikar, buku, dan orang-orang yang mau duduk sebentar untuk membaca.

0 komentar
Komentar