Mereka Gak Malu Gelar Buku Eitss.. Tapi Mereka Bukan Sedang Dagang Ya..

Di sudut kampus UNILA, Bandar Lampung, sehelai tikar bergaris ungu-merah muda digelar di atas paving block. Di atasnya, puluhan buku tersusun rapi: novel Tere Liye berjejer dengan cerita silat lawas, di sebelahnya ada Sherlock Holmes, tak jauh dari situ buku-buku bertema keislaman. Orang yang lewat mungkin awalnya mengira ini lapak jualan buku bekas. Tapi tidak ada label harga di mana pun. Ini adalah salah satu kegiatan rutin Komunitas Gemar Literasi (Gelis) Bandar Lampung — digagas antara lain oleh Melisa, Aulia, dan beberapa anggota lainnya. Konsepnya sederhana: buku-buku diadakan di tempat umum, siapa saja boleh duduk dan membaca, tanpa dipungut biaya sepeser pun. "Gelar buku" ini sengaja dipilih sebagai istilah, bukan "jualan buku" atau "bazar buku". Bedanya jelas kalau dilihat langsung: orang-orang yang datang bukan menawar harga, tapi memilih judul, duduk bersila di tikar, lalu benar-benar membaca. Ada yang datang sendiri, ada yang bawa pasangan, a...